Aku berjalan di antara gelapnya malam.
Merayap di antara semak
belukar,
sesekali terjatuh,
di antara rimbunnya rumput
berduri.
Mungkin saja di antara
kegelapan itu,
Sang serigala siap menerkam.
Itu bisa saja terjadi di
negeri ini,
Seluruh makhluknya berada di
dalam kelaparan.
Bahkan serigala,
bisa memakan serigala
lainnya.
Aku masih berjalan di antara
gelapnya malam.
Sesuatu yang seharusnya
membuatku takut,
Tak mampu masuk dalam pikir.
Karena seluruh jiwa telah sesak, penuh dengan kecewa.
Kali ini...
Aku berdiam diri, Berdiri
tegak tak bergerak.
Bukan merasakan sakitnya
Betis dan telapak tangan
penuh darah.
Tetapi..
Sang serigala yang lapar
Telah berada di depanku.
Siap menerkam... Merdeka atas perutnya sendiri.
Malang, 3 April 2017
AWH

No comments:
Post a Comment