Full width home advertisement


Post Page Advertisement [Top]

Doc. Pribadi - Rawasari, Plered. (14/6)

Sehabis subuh, rutinitas pertama saya di rumah memang sedikit berbeda. Biasanya di kota perantauan meluangkannya untuk tidur sebentar atau membuka lembaran buku yang belum rampung dibaca.

Seperti yang sudah diketahui dicatatan sebelumnya, bahwa rutinitas saya di pagi hari mengantar mama untuk belanja kebutuhan jualan.

Sewaktu belanja, mama kebetulan dapat THR sarung dari toko grosir langganan. Dengan penuh syukur mama memberi tahu kalau THR-annya tadi bakalan untuk saya. "Tumben perempuan dikasih sarung, paling rezekimu, Cu", tambahnya. (Cu:panggilan sayang pada anak)

"Kebetulan belum punya sarung baru buat lebaran", Jawab saya.

Jawaban tadi menjadi pembicaraan yang justru menjadi panjang. Mama banyak tanya ini-itu, tanya masalah keuangan sampai tanya masalah baju baru.

Singkat cerita. Mama menawarkan uangnya untuk saya belikan pakaian baru. "Buat baju lebaran", katanya.

Tawaran itu langsung saya tidak terima, "pakai saja untuk keperluan lain".

Menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman dari rutinitas di perantauan, tentu yang dicari bukanlah pakaian baru. Tapi pulang ini adalah manifestasi rindu, syukur dan membersihkan hati dari kesalahan-kesalahan yang dilewati.

Islam tak pernah memberatkan kita untuk membeli pakaian baru setiap hari raya, tapi gunakanlah pakaian terbaik yang ada pada kita.

Perlu digaris bawahi, bahwa catatan ini bukan untuk memperlihatkan kehidupan saya dengan keluarga. Tapi sebagai pengingat untuk kita dan terkhusus untuk saya pribadi, bahwa kita tak perlu kemudian memaksakan sesuatu yang kita tidak mampu. Meminjam bank, menggadaikan ini dan itu bukan solusi atas semuanya.

Saya yakini, bahwa pulang ini akan mempermudah saya untuk dapat menjabatkan tangan pada semua keluarga. Saling memaafkan sambil bilang "mulai dari nol, ya!".

Hal itu tentu membuat kita dan keluarga akan semakin menguat ukhuwah persaudaraannya.

Telapak tangan ini ibaratkan lembaran-lembaran. Momen idul fitri adalah momen membuka lembaran barunya, bukan menghapus catatan lama di lembaran yang lama. 

Artinya adalah kita harus benar-benar membersihkan diri dari segala hal yang sudah dilalui di tahun ini, di hari yang fitri.


Selamat hari raya Idul Fitri.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]